Kamis, 09 Juni 2016

ANGIN PUTING BELIUNG JOGET DI TANJUNG BALAI KARIMUN


TAUGEKERITING.BLOGSPOT.COM, KARIMUN – Angin puting beliung menerjang Pulau Karimun Besar, Rabu (8/6) sekitar pukul 9.30 WIB juga memporakporandakan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Karimun. Atap bangunan berusia sekitar 17 tahun itu terbongkar. Hampir semua gedung utama mengalami kerusan hebat, mencapai 80 persen
 
Gedung Utama Mapolres Karimun Hancur Di Terjang Angin Puting Beliung
Nampak dari atap Gedung Utama Mapolres, berantakan begitu juga dari dalam. Bagian terparah bangunan yang terkena Angin Puting Beliung yaitu ruangan depan Mapolres, dimana ruang kerja Kapolres yang terkena dampak paling parah.

Tampak Ruang Kerja Kapolres Rusak Parah
Selain memporakporandakan Mapolres, angin puting beliung juga menghancurkan sejumlah gedung sekolah dan perkantoran di Karimun. Diantara sekolah yang rusak parah adalah TK Vidya Sasana di Kelurahan Seilakam Barat, Kecamatan Karimun. Sekitar 90 persen gedung sekolah itu rusak parah.

Di tempat lain dalam waktu yang beriringan dengan kejadian Angin Puting Beliung yang menerpa Mapolres, hal serupa juga terjadi di dekat Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Meral. Disini angin kencang menghantam Pohon Beringin Besar yang sudah berumur puluhan tahun, untungnya Pohon Beringin Besar yang terletak persis di samping gedung Mapolsek tersebut robohnya kearah Barat atau tidak mengenai gedung Mapolsek.

Pohon Beringin Besar Yang Tumbang Oleh Terjangan Angi
Dari pantauan di lokasi kejadian bagian akar dari Pohon Beringin Besar tersebut merusak pagar tembok gedung Mapolsek, dan tampak juga di lokasi para Petugas Kepolisian dan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan sedang memotong dahan dan batang Pohon Beringin Besar tersebut. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa ataupun korban materi.

Dinas Sosial (Dinsos) Karimun bergerak cepat terkait bencana alam puting beliung melanda sejumlah kawasan di Tanjungbalai Karimun, Data yang dihimpun Dinsos Karimun, sedikitnya ada 157 jiwa dan 32 rumah yang menjadi korban terjangan bencana puting beliung itu. Kawasan terbanyak terkena puting beliung yakni Kelurahan Sungai Lakam, Kecamatan Karimun seperti Telaga Tujuh, Kolong Bawah.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjungbalai Karimun Syamsul Bahri melalui Bagian Observer Pande Nyoman Parwasa menjelaskan, sepanjang pagi kemaring cuaca di Karimun sangat ekstrim yang ditandai dengan turunnya hujan lebat disertai petir dan angin kencang mulai pukul 9.30 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

"Memang sudah terjadi cuaca yang sangat ekstrim dengan curah hujan 103,5 melimeter, curah hujan seperti itu sudah dikategorikan sangat tinggi. Sementara, puting beliung tersebut datang dari arah barat daya menuju utara dengan kecepatan 35 knot atau sekitar 70 kilometer per jam," ungkap Pande.

Dijelaskan, angin puting beliung tersebut terjadi karena adanya awan CB atau awan cumulonimbus. Proses itu terjadi, karena suhu udara yang sangat rendah, perbedaan suhu udara luar cukup tinggi hingga 90 persen, sehingga memicu awan cumulonimbus dan terjadinya angin puting beliung. Dikarenakan belum memiliki alat berupa radar maka angin tersebut tidak dapat diprediksi kapan datang dan kemana arahnya.
 
"Kami belum memiliki alat berupa radar untuk mendeteksi datangnya angin puting beliung tersebut. Kami cuma tahunya angin itu datang dari arah barat daya menuju utara. Beberapa waktu terakhir ini, angin tersebut sudah tiga kali menghantam Karimun ini. Namun, dimana lokasi pastinya kami tak bisa deteksi," jelasnya. 

Peristiwa angin puting beliung ini, sempat di rekam secara langsung oleh anggota kepolisian di tempat tersebut. Selanjutnya rekaman tersebut di unggah di jejaring sosial Youtube. Dalam akun youtube bernama Dwi Apriyani, terlihat dengan jelas bagaimana angin puting beliung ‘berjoget’ dengan keganasannya mengangkat beberapa bagian atap bangunan hingga terlempar beberapa meter.

Adapun bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Daerah tersebut, akan disalurkan dalam bentuk bantuan sembako dan dana bantuan bencana alam. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq disela-sela melakukan Safari Ramadhan. Saat ditanya apakah ada bantuan berupa materil pembangunan rumah bagi para korban, Rafiq mengaku belum dapat memberikan keputusan.

Dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrim ini, diharapkan kepada warga dan masyarakat agar selalu waspada dalam mengantisipasi berbagai macam bahaya  yang timbul seperti Pohon tumbang dan Angin Puting Beliung. 

Sumber : Haluan Kepri, Tribun Batam dan Halo Karimun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar