TAUGEKERITING.BLOGSPOT.COM, KARIMUN – Angin puting beliung menerjang Pulau Karimun Besar, Rabu (8/6) sekitar pukul 9.30 WIB juga memporakporandakan Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Karimun. Atap bangunan berusia sekitar 17 tahun itu terbongkar. Hampir semua gedung utama mengalami kerusan hebat, mencapai 80 persen
Nampak dari atap Gedung Utama Mapolres, berantakan begitu juga dari dalam. Bagian terparah bangunan yang terkena Angin Puting Beliung yaitu ruangan depan Mapolres, dimana ruang kerja Kapolres yang terkena dampak paling parah.
Selain
memporakporandakan Mapolres, angin puting beliung juga menghancurkan sejumlah gedung
sekolah dan perkantoran di Karimun. Diantara sekolah yang rusak parah adalah TK
Vidya Sasana di Kelurahan Seilakam Barat, Kecamatan Karimun. Sekitar 90 persen
gedung sekolah itu rusak parah.
Di tempat lain dalam waktu yang beriringan dengan kejadian Angin Puting Beliung yang menerpa Mapolres, hal serupa juga terjadi di dekat Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Meral. Disini angin kencang menghantam Pohon Beringin Besar yang sudah berumur puluhan tahun, untungnya Pohon Beringin Besar yang terletak persis di samping gedung Mapolsek tersebut robohnya kearah Barat atau tidak mengenai gedung Mapolsek.
![]() |
| Pohon Beringin Besar Yang Tumbang Oleh Terjangan Angi |
Dari pantauan di lokasi kejadian bagian akar dari Pohon Beringin Besar
tersebut merusak pagar tembok gedung Mapolsek, dan tampak juga di lokasi para
Petugas Kepolisian dan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan sedang memotong
dahan dan batang Pohon Beringin Besar tersebut. Dalam kejadian ini tidak ada
korban jiwa ataupun korban materi.
Dinas Sosial (Dinsos) Karimun bergerak cepat terkait bencana alam puting beliung melanda sejumlah kawasan di
Tanjungbalai Karimun,
Data yang dihimpun Dinsos Karimun, sedikitnya ada 157 jiwa dan 32 rumah yang menjadi korban
terjangan bencana puting beliung itu. Kawasan terbanyak terkena puting beliung
yakni Kelurahan Sungai Lakam, Kecamatan Karimun
seperti Telaga Tujuh, Kolong Bawah.
Kepala Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjungbalai
Karimun Syamsul Bahri melalui Bagian Observer Pande Nyoman Parwasa menjelaskan,
sepanjang pagi kemaring cuaca di Karimun sangat ekstrim yang ditandai dengan
turunnya hujan lebat disertai petir dan angin kencang mulai pukul 9.30 WIB
sampai pukul 11.00 WIB.
"Memang sudah terjadi cuaca yang sangat ekstrim dengan curah hujan 103,5 melimeter, curah hujan seperti itu sudah dikategorikan sangat tinggi. Sementara, puting beliung tersebut datang dari arah barat daya menuju utara dengan kecepatan 35 knot atau sekitar 70 kilometer per jam," ungkap Pande.
"Memang sudah terjadi cuaca yang sangat ekstrim dengan curah hujan 103,5 melimeter, curah hujan seperti itu sudah dikategorikan sangat tinggi. Sementara, puting beliung tersebut datang dari arah barat daya menuju utara dengan kecepatan 35 knot atau sekitar 70 kilometer per jam," ungkap Pande.
Dijelaskan, angin puting beliung tersebut terjadi karena adanya awan CB atau awan cumulonimbus. Proses itu terjadi, karena suhu udara yang sangat rendah, perbedaan suhu udara luar cukup tinggi hingga 90 persen, sehingga memicu awan cumulonimbus dan terjadinya angin puting beliung. Dikarenakan belum memiliki alat berupa radar maka angin tersebut tidak dapat diprediksi kapan datang dan kemana arahnya.
"Kami belum memiliki alat berupa radar untuk mendeteksi datangnya angin
puting beliung tersebut. Kami cuma tahunya angin itu datang dari arah barat
daya menuju utara. Beberapa waktu terakhir ini, angin tersebut sudah tiga kali
menghantam Karimun ini. Namun, dimana lokasi pastinya kami tak bisa
deteksi," jelasnya.
Peristiwa angin puting beliung ini, sempat di rekam
secara langsung oleh anggota kepolisian di tempat tersebut. Selanjutnya rekaman
tersebut di unggah di jejaring sosial Youtube. Dalam akun youtube bernama Dwi
Apriyani, terlihat dengan jelas bagaimana angin puting beliung ‘berjoget’ dengan
keganasannya mengangkat beberapa bagian atap bangunan hingga terlempar beberapa
meter.
Adapun bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah
Daerah tersebut, akan disalurkan dalam bentuk bantuan sembako dan dana bantuan
bencana alam. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq disela-sela melakukan Safari Ramadhan. Saat ditanya apakah ada bantuan
berupa materil pembangunan rumah bagi para korban, Rafiq mengaku belum dapat
memberikan keputusan.
Dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrim ini, diharapkan kepada warga dan
masyarakat agar selalu waspada dalam mengantisipasi berbagai macam bahaya
yang timbul seperti Pohon tumbang dan Angin Puting Beliung.
Sumber : Haluan Kepri, Tribun Batam dan Halo Karimun



Tidak ada komentar:
Posting Komentar